Monday, September 17, 2012

Pertaruhan Matahari



Meski terik mencubit, aku tak gentar bersamanya. Aku hanya tak mampu saat ia tak hadir. Aku seperti kehilangan kemampuan bernapas. Aku kehilangan akal sehat. Bahkan, aku seperti tak ada. Boleh mengajukan satu permintaan, Tuhan? Jangan biarkan ia pergi. Itu saja. Namun ternyata takdir tak bisa kupilih. Ia memilih. Memilihku untuk melalui ini. Dayaku hanya sebatas harapan. Tanpanya, ternyata aku tak ada apa-apanya. Penghujan memutuskan datang hingga penghujung tahun. Matahari positif kalah dalam pertaruhan dan memutuskan cuti hingga kalendar baru dipasangkan. Lantas, hanya karena aku sebuah bayangan, apa aku tak diperbolehkan meminta kehidupan dari sang tuan? Benar kiranya, aku akan hidup kembali di tahun depan.



Ditulis untuk #FF2in1 @nulisbuku

No comments:

Post a Comment