Thursday, September 20, 2012

Kaca




September ini kau seperti nampak dimana saja. Ditemani embun pada refleksi  kaca jendela. Di cerminan etalase toko. Bahkan kau ada saat kutatap cermin kamar di pagi hari. Siapa dirimu?
Kau hanya diam, meski kuajak sesekali bicara. Kau hanya diam, saat aku bergerak. Kau hanya diam, bahkan saat kupecahkan kaca saat amarah tak terkendali. Yang kau tahu hanya diam. Wajahmu tampak tak setitik pun berbeda denganku. Kutawarkan nomor telepon dengan menempelkan notes bertuliskan nomorku pada cermin. Berharap sepenuh hati agar kau melihatnya. Sungguh, aku ingin sekali bertanya. Siapa dirimu sebenarnya. Kurapatkan telepon genggam pada telinga, dan akhirnya kau bergerak! Tampak di cermin, kau pun melakukan hal yang sama. Kutanyakan, sesungguhnya kau siapa. Kau menjawab datar. “Dirimu. Yang sejujurnya. Tanpa berpura-pura.”

No comments:

Post a Comment