Friday, November 6, 2015

Pencarian Bunyi Baru oleh Piet Hein

Ketertarikan Piet Hein akan Indonesia masih kental dengan bukti kembalinya ia untuk mengeksplorasi bunyi. Sound Adventures, pengalamannya menggali bunyi di tahun 2014 lalu mendapat tanggapan yang cukup memuaskan.

Piet Hein, yang sempat menjadi produser acara radio di Belanda selama 35 tahun, di masa pensiunnya memilih untuk kembali menjelajah dan mengeksplorasi musik dan budaya Indonesia. Namun ia kembali dengan misi yang cukup berbeda kali ini. Tahun lalu, ia menyelenggarakan Sound Adventures, sebuah program yang bertujuan untuk menemukan bunyi baru dari perluasan penggunaan instrumen musik. Misalnya piano yang dimainkan dengan cara berbeda dari biasanya. Seperti meletakkan objek-objek tertentu di atas senar dengan tujuan produksi suara yang berbeda. Berkaca dari tahun sebelumnya, tahun ini Piet Hein memutuskan untuk mengusung sebuah misi baru : New Sounds Adventures. Meski kurang lebih serupa dengan tahun sebelumnya, namun program tahun ini ingin lebih mengutamakan kebaruan dari berbagai sisi. Ia tak hanya fokus mencari bunyi baru, namun juga bentuk instrumen. Dalam hal ini, Piet Hein mengutamakan adanya instrumen-instrumen baru di luar instrumen musik biasanya demi terciptanya sebuah komposisi bunyi yang berbeda. 

Meski baru dimulai Januari 2016 mendatang, Piet Hein saat ini mulai mendatangi berbagai kota demi menemukan bibit-bibit seniman yang tertarik untuk mengembangkan dirinya pada suatu bentuk bunyi baru. Bersama rekannya, Roderik The Man, ia akan memberikan pelatihan untuk perjalanan menemukan bunyi tersebut. Pelatihan akan meliputi beberapa tahapan, diawali dengan proses pencarian instrumen dan bunyi baru, mengkatalog bunyi-bunyi yang didapatkan, berlatih untuk membentuk sebuah komposisi, memadukan komposisi tersebut dengan komposisi lain dalam pertunjukan besar, serta mengevaluasinya. Tujuan besar dari pada proses-proses tersebut adalah untuk membangun kepedulian terhadap bunyi.  

Mendukung misi tersebut, Pertemuan Musik Surabaya 2 November 2015 lalu mendatangkan Piet Hein untuk berbicara langsung pada mahasiswa jurusan Sendratasik UNESA dan khalayak umum. Bertempat di salah satu ruang kelas gedung Sendratasik, Peit Hein memberikan referensi bagi audiens. Di awal pertemuan, ia mencontohkan sebuah contoh bunyi baru dengan tiba-tiba meremas sebuah botol mineral kosong. Suara yang renyah itu mampu menjadi bagian dari sebuah komposisi. Hein menyatakan bahwa bunyi baru dapat diperoleh dari mana saja. Bunyi dari batang pohon pisang, atau bunyi ketika seseorang membuka jendela. Ia bahkan tak menyarankan penggunaan instrumen musik, elektronik, komputer, dan synthesizer di program New Sound Adventures. Baginya, sungguh tidak menarik menghasilkan musik hanya dengan membuka laptop dan menciptakan bunyi dari program komputer.

Piet Hein dan Gema Swaratyagita

Untuk menjelaskan dengan lebih detail, Hein memutarkan sebuah video lama dari John Cage, seorang komposer objek Amerika yang tersohor. Cage terkenal dengan komposisi ciptaannya 4'33, yang 'hanya' menampilkan suara dari lingkungan sekitar dan audiens selama pertunjukan berlangsung. Ia pun menjadi pioneer untuk prepared piano di mana piano dimainkan dengan meletakkan objek-objek pada senar atau hammer piano. Sedikit banyak ini mengingatkan pada grup musik The Piano Guys yang kerap melakukan teknik yang berbeda dari biasanya dengan instrumen mereka. Dalam video yang diputar Hein, Cage memiliki panggungnya sendiri dengan menggunakan berbagai peralatan untuk menciptakan bunyi seperti Grand Piano, ketel uap, bak mandi, teko, radio dan benda-benda keseharian lainnya. Cara memainkannya pun unik. Melempar, menjatuhkan, membuang, menuang, memukul hingga berbagai jenis bunyi dihasilkan baik secara tunggal maupun bersamaan. Meski begitu, Cage melakukannya dengan perhitungan matematis. 

Hal itu menginspirasi New Sound Adventures yang mengusung semangat "Menggunakan objek yang sangat biasa untuk menghasilkan bunyi yang luar biasa." Dalam workshop tersebut, Hein akan memberikan referensi-referensi untuk menyusun komposisi dan membagikan masukan tentang bagaimana menciptakan bunyi-bunyi yang menarik bagi telinga penonton. Komposisi bunyi tersebut akan diciptakan secara berkelompok dan akan ditampilkan secara ensemble. Hein tampaknya juga ingin bermain dengan berbagai karakter manusia sebagai sarana produksi bunyi baru dengan mengacak kelompok peserta. Pun, peserta tak harus selalu memiliki kemampuan untuk memainkan alat musik. Tahun lalu, seorang perupa mampu menghasilkan lukisan yang bagus hasil imajinasinya terhadap bunyi yang dimainkan oleh kawan sekelompoknya. Mengusung benang merah yang sama, Hein juga memberikan informasi tentang Black Pencil & Friends, sebuah ensemble musik kontemporer dari Belanda yang dalam waktu dekat akan mengadakan pertunjukan dan pemberian materi edukasi musik di ISI Jogjakarta.


"Break the rules how the sound should be." 

Ucapan Piet Hein ini menjadi inspirasi tentang bagaimana membebaskan pikiran dan mengasah kepekaan bukan hanya tentang bunyi, namun juga dari hal-hal biasa lainnya. Hal ini dapat dimaknai secara besar bahwa manusia selalu mampu mendapatkan berbagai hal baru tak terduga dengan melewati garis yang biasa, dengan mengubah sudut pandangnya.


2 comments: